Di tengah pandemi virus covid-19 yang mengalami penyebaran yang masiv di Indonesia maka pemerintah mengeluarkan kebijakan sosial distancing atau menghindari semua kegiatan yang melibatkan banyak orang,tak terkecuali proses belajar mengajar juga sementara di tiadakan karena di khawatirkan akan menimbulkan penularan covid-19 yang tidak terkendali.
Pemerintah tidak mau hal itu sampai terjadi dan mengubah sistem belajar mengajar dari yang bertatap muka secara langsung kini proses belajar mengajar di lakukan online via-handphone atau laptop. pertanyaaan apakakah kuliah online yang secara tiba-tiba di terapkan tersebut evektif ? mengingat masih banyak kampus yang belum paper less atau berbasis online terutama perguruan tinggi swasta dan sekolah-sekolah di pedalaman. Berikut sedikit analisa yang dapat saya berikan :
Pemerintah tidak mau hal itu sampai terjadi dan mengubah sistem belajar mengajar dari yang bertatap muka secara langsung kini proses belajar mengajar di lakukan online via-handphone atau laptop. pertanyaaan apakakah kuliah online yang secara tiba-tiba di terapkan tersebut evektif ? mengingat masih banyak kampus yang belum paper less atau berbasis online terutama perguruan tinggi swasta dan sekolah-sekolah di pedalaman. Berikut sedikit analisa yang dapat saya berikan :
1. Belum ada sistem
penilaian yang mumpuni dan transparan, seperti untuk penilaian tugas, contohnya
belum ada nya transparansi yang di berikan oleh dosen
terkait nilai, kita hanya tau hasil akhir tanpa tau perhitungan kasarnya. Terlebih lagi kita tidak tahu nilai tiap tugas yang di berikan. Kemudian belum mumpuni, seharusnya tiap kali memberikan tugas dosen mengoreksi dan memberikan catatan apabila terdapat kurang atau kesalahan sehingga mahasiswa paham secara tuntas materi tersebut dan merasa di hargai jerih payahnya membuat tugas, dihargai dalam wujud catatan/koreksi yg di berikan dosen dalam tugas tersebut selain memberi nilai.
terkait nilai, kita hanya tau hasil akhir tanpa tau perhitungan kasarnya. Terlebih lagi kita tidak tahu nilai tiap tugas yang di berikan. Kemudian belum mumpuni, seharusnya tiap kali memberikan tugas dosen mengoreksi dan memberikan catatan apabila terdapat kurang atau kesalahan sehingga mahasiswa paham secara tuntas materi tersebut dan merasa di hargai jerih payahnya membuat tugas, dihargai dalam wujud catatan/koreksi yg di berikan dosen dalam tugas tersebut selain memberi nilai.
2. Memaksimalkan penggunaan portal akademik uwgm untuk informasi perkuliahan dan pengunduhan materi perkuliahan.
3. Monitoring mahasiswa dalam pembelajaran via daring, artinya pemantauan mahasiswa dalam hal kuliah online agar memastikan setiap perkuliahan di mulai semua mahasiswa dan dosen siap, supaya disiplin jadwal dan tidak secara tiba tiba mengadakan kuliah daring ataupun memberikan tugas sebelum perkuliahan yang terjadwal dimulai. seharusnya ini tugas pihak fakultas berkoordinasi dengan dosen dan perwakilan kelas.
4. Menyediakan format absen online, saat ini mahasiswa hanya list secara manual menggunakan apk wattsap dan sangat sulit karena saling berebutan akhirnya tumpang tindih,blm lagi absen nya di batasi hanya 30 menit.kami rasa belum efisien. kedepanyanya harus ada absen online bentuknya scan kode Qr.

Comments
Post a Comment